Jumat, 14 Agustus 2009

E-LEARNING

Semakin maraknya software hardware yang berkaitan dengan akses internet, semakin mudah pula akses yang dapat dijangkau. Ditambah pula kecenderungan biaya akses yang relatife semakin terjangkau, maka e-Learning segera menjadi alternatif media dan sumber pembelajaran yang perlu dikembangkan, baik oleh lembaga maupun perorangan. Tentu saja ini bagian dari memanfaatkan sisi positif dunia cyber yang sudah berada di depan kita semua.
APAKAH E-LEARNING ITU
Istilah e-Learning atau eLearning mempunyai pengertian yang sangat luas, banyak pakar yang menguraikan tentang definisi eLearning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi misalnya dari Darin E. Hartley yang menyatakan:
eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Dalam Glossary of eLearning Terms dinyatakan definisi yang lebih luas yaitu : eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone.

Dengan demikian yang dapat kita simpulkan dari definisi-definisi diatas barangkali dengan e- learning merupakan :
1.Metode belajar mengajar baru yang memanfaatkan fasilitas media jaringan komputer dan
Internet
2.Tersampaikannya bahan ajar (konten) melalui media elektronik. Dengan demikian bentuk
bahan ajar juga dalam bentuk elektronik (digital).
3.Sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung proses belajar mengajar E-learning dapat dilihat dari bagan-bagan komponennya. Komponen-komponen yang membentuk e-Learning adalah:
1.Infrastruktur e-Learning: meliputi personal computer (PC), jaringan komputer, internet
dan perlengkapan multimedia, termasuk peralatan teleconference.
2.Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem yang digunakan untuk mem-virtualisasi proses
belajar mengajar. Bentuk manajemen kelas, trafik dan interaksinya, pembuatan materi atau konten, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar, yang disebut dengan Learning Management System (LMS).
3.Konten e-Learning. Bahan ajar e-learning yang bisa berbentuk teks ataupun multimedia,
sehingga dapat dibuka/jalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun.
Dari sisi pelaku, yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.
Terminologi yang berhubungan dengan e-Learning sebenarnya banyak. Ada online learning, software learning, multimedia learning, computer based learning. Semua dapat diwakili oleh e-Learning, baik dalam perspektif umum (online learning, computer based learning) maupun dalam perspektif komponen e-Learning (multimedia learning sebagai komponen e-Learning content dan software learning sebagai komponen e-learning system).
Sedangkan untuk terminologi distance learning sejak dulu sudah ada, hanya dulu distribusi bahan ajar dan proses pembelajaran belum menggunakan media elektronik, misalnya universitas terbuka yang dulu mengirimkan modul pembelajaran lewat pos. Saat ini universitas yang menerapkan distance learning kebanyakan sudah menggunakan media elektronik untuk mendistribusikan bahan ajar dan proses belajar mengajar.

METODE PENYAMPAIAN E-LEARNING
Metode penyampaian bahan ajar di e-Learning ada dua:
1.Synchrounous e-Learning: Guru dan siswa dalam kelas dan waktu yang sama meskipun secara tempat berbeda. Dalam bentuk ini bias dgunakan teleconference. Misalnya saya mahasiswa di Indonesia mengikuti kuliah lewat teleconference dengan professor yang ada di AS.
2.Asynchronous e-Learning: Guru dan siswa dalam kelas yang sama (kelas virtual), meskipun dalam waktu dan tempat yang berbeda. Disini diperlukan peranan sistem (aplikasi) e-Learning berupa Learning Management System dan content baik berbasis text atau multimedia. Sistem dan content yang online dalam 24 jam nonstop di Internet. Guru dan siswa bisa melakukan proses belajar mengajar dimanapun dan kapanpun.

IMPLEMENTASI E-LEARNING
E-Learning harus didesain utk dapat memberikan nilai tambah secara formal (karier, insentif, dsb) dan nonformal (ilmu, skill teknis, dsb) untuk pengguna (pembelajar, instruktur, admin) eLearning untuk melatih behavior pengguna dalam e-life style (tidak langsung full e-Learning)
Project eLearning adalah institution initiative dan bukan hanya IT or HRD initiative. Jadikan pengguna sebagai peran utama (dukung aktualisasi diri pengguna)
Selama ini kegagalan implementasi e-Learning kebanyakan bukan karena masalah tools, software atau infrastruktur. Tapi kebanyakan karena human factor atau sumberdaya manusia yang belum siap.
Semoga bermanfaat!

Sumber :
-ilmukomputer.com
-Glossary of e-Learning Terms, LearnFrame.Com, 2001
-Darin E. Hartley, Selling e-Learning, 2001

1 komentar:

Unknown mengatakan...

corn seed planting tool
http://rindra.blog.dinus.ac.id/2016/09/01/alat-tanam-benih-jagung-dengan-tuas-pengungkit-dan-mekanik-pembuat-lubang/

Professor bloggers
http://anakadarningsih.blog.dinus.ac.id/2016/06/24/dosen-blogger/

proposal preparation workshop
http://ennyvisioner.blog.dinus.ac.id/2016/06/24/workshop-penyusunan-proposal-penelitian-dikti/

information systems courses
http://youseewhy.blog.dinus.ac.id/2016/09/14/mata-kuliah-sistem-informasi-akuntansi/